PBI FKIP UMS Gelar Revitalisasi Kurikulum, Hadirkan Asesor LAMDIK Prof. Dr. Yazid Basthomi

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Kurikulum Mayor pada 24 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya penyempurnaan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan tinggi, kebutuhan dunia kerja, serta standar akreditasi nasional dan internasional.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Yazid Basthomi, S.Pd., M.A., staf pengajar Program Magister Linguistik Universitas Brawijaya sekaligus asesor LAMDIK, sebagai reviewer dan narasumber. Dalam sesi diskusi, Prof. Yazid memberikan berbagai masukan strategis mengenai pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome-Based Education/OBE), penguatan profil lulusan, serta penataan struktur kurikulum yang selaras dengan kebutuhan abad ke-21.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bagaimana perguruan tinggi di Indonesia cenderung menempatkan setiap kompetensi yang ingin dicapai mahasiswa ke dalam bentuk mata kuliah. Menurut Prof. Yazid, pendekatan tersebut berbeda dengan praktik di sejumlah universitas terkemuka dunia, seperti Harvard University, yang membangun soft skills secara sistemik melalui ekosistem akademik, bukan melalui mata kuliah khusus.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan soft skills di Harvard dilakukan melalui berbagai jalur yang saling terintegrasi, seperti desain pembelajaran yang mendorong diskusi dan debat, sistem mentoring dan advising, organisasi mahasiswa, kegiatan pengabdian masyarakat, budaya dialog akademik yang sehat, hingga layanan pengembangan karier sejak tahun pertama. Dengan demikian, kemampuan komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, refleksi diri, adaptabilitas, dan kepercayaan diri tumbuh sebagai bagian dari pengalaman belajar sehari-hari.

Selain membahas penguatan soft skills, Prof. Yazid juga mengangkat isu penting mengenai standar profisiensi bahasa Inggris sebagai salah satu karakteristik lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Diskusi diarahkan pada bagaimana standar tersebut dirumuskan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), didukung oleh kebijakan institusi, serta diimplementasikan baik melalui kurikulum maupun mekanisme akademik di luar pembelajaran formal. Aspek ini dinilai penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi bahasa Inggris yang terukur dan sesuai dengan tuntutan profesi.

Dalam proses review kurikulum, Prof. Yazid memberikan perhatian khusus terhadap beberapa aspek utama, meliputi perumusan visi keilmuan dan positioning akademik program studi, kesesuaian kurikulum dengan level KKNI serta orientasi pengembangan studi lanjut, penamaan mata kuliah yang mendukung pendekatan Outcome-Based Education (OBE), hingga sistem asesmen yang mengakomodasi kontribusi kegiatan ko dan ekstrakurikuler dalam pembentukan kompetensi mahasiswa.

Melalui kegiatan revitalisasi ini, PBI FKIP UMS menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kurikulum yang relevan, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan. Masukan dari reviewer diharapkan menjadi landasan dalam menyusun kurikulum yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi profesional, kemampuan beradaptasi, serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional.